View Full Version: Kajian Surah Bani Israil ayat 1 s/d 41

FORUM-DISKUSI > ISLAM > Kajian Surah Bani Israil ayat 1 s/d 41


Title: Kajian Surah Bani Israil ayat 1 s/d 41
Description: Tafsir Kabir


Dino - July 7, 2006 03:13 PM (GMT)
:bism:

:salam:

Yang terhormat pembaca yang budiman, ijinkanlah kami menyampaikan beberapa karya besar Khalifatul Masih ke II yang mana kami kutip dari dokumentasi majalah Sinar Islam pada tahun 1959 - 1960. Karya besar ini akan kami sampaikan kepada para pembaca yang budiman guna melestarikan naskah lama yang memiliki nilai sejarah. Tetapi sebelumnya marilah kita renungkan kembali tentang kandungan isi al-Qur'an, kedatangan Rasulullah :saw: dan kebenaran Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad :allaih: sebagai Imam Mahdi dan Masihil Ma'ud.

Lailatul Qadar yang terbesar yang turun ke dunia adalah :

1. Al-Qur'an
2. Pribadi Agung, Rasulullah :saw: yang sudah menyempurnakan semua perintah Allah SWT dalam Al-Qur'an.
3. Kedatangan Hadhrat Imam Mahdi :allaih: yang tugasnya membunuh Dajjal.

1.

Diturunkannya Al-Qur'an pada bulan Ramadhan dalam bahasa Arab supaya kamu menjadi orang berakal (surah az-Zukhruf).

Bahasa Arab adalah Ibu dari segala bahasa, karena satu kata terdiri dari 7 terjemah harfiah dan 49 makna batin.

Al-Qur'an artinya yang dibaca berkali-kali. Sampai sekarang masih utuh, setitik pun tidak berubah. Walaupun Al-Qur'an habis terbakar, ribuan orang didunia yang hafiz Al-Qur'an.

Isinya tidak dapat dibatasi oleh manusia dan mengandung peringatan serta kabar suka. Terbukanya menurut zaman yang diperlukan waktu itu, yang dapat membuka isi Al-Qur'an hanya orang-orang bersih, takwa dan tinggi rohaninya.

Tafsir Al-Qur'an bisa berubah menurut keperluan-keperluan waktu. Ibarat tambang (mijn), tafsir Al-Qur'an tidak akan habis-habisnya. Sebagaimana firman Tuhan Bila lautan menjadi tinta, pohon-pohon menjadi kalam ditambah lagi dengan beberapa lautan, sampai kering pun tidak akan habis ilmu Al-Qur'an (surah Al Kahfi ayat 110).

Semua keterangan agama Islam mesti mengambil akar dari Al-Qur'an. Surah-surah Al-Qur'an yang diturunkan di Mekkah berhubungan dengan sifat rububiyatAllah Ta'ala (pendidikan). Tapi, surah Al-Fatihah diturunkan dua kali, di Mekkah dan di Medinah. Tiap-tiap bulan Ramadhan Jibrail datang untuk mengulangi Al-Qur'an.

Orang-orang hanya bisa mensitir tafsir-tafsir lama, waktu itu mungkin benar tapi jaman sekarang tidak semua bisa dipakai, bahkan banyak tafsir para ulama yang tidak masuk akal. Di akhir zaman bila terjadi falsafah-falsafah agama yang miring, maka Al-Qur'an yang menjadi hakimnya.

Hati yang hancur, luka yang dalam, bacalah Al-Qur'an berkali-kali, insya Allah Ta'ala akan sembuh, karena membaca Al-Qur'an adalah obat bagi dada manusia.

2.

Tentang Yang Mulia Rasulullah :saw:
Kedatangan beliau sudah dinubuwatkan dalam Kitab-kitab lama, di antaranya di dalam Bijbel Amsal Sulaiman :
QUOTE
Wahai putra-putri Yerusalem Aku memberi kabar suka dengan seorang rasul bernama Muhammadim.


Dan beliau :saw: juru selamat yang ciri-cirinya ada dalam Al-Kitab, contohnya :

a. Juru selamat itu datang dari gunung Paran; gunung Paran itu ada di tanah Arab, artinya dua orang yang lari yakni Hadhrat Ismail dan Ibunya.

b. Juru selamat itu mempunyai tentara 10.000 orang suci dan tentara-tentara itu namanya ditambah dengan nama Bapa-bapa mereka. Misalnya, Umar bin Khattab dan Abdul Rahman bin Auf.

Waktu Rasulullah :saw: menaklukan kota Mekkah ada 5 divisi, satu divisi 2.000 orang jadi semuanya 10.000 orang. Divisi pertama komandannya Hadhrat Umar bin Khattab :ra: di dalamnya ada Rasulullah :saw:
Ini semua tercatat dalam sejarah dunia. Semua perintah Al-Qur'an sudah disempurnakan oleh beliau sampai beliau mendapat gelar Insan Kamil, sebagaimana tercantum dalam Surah Al-Ahzab ayat 21
yang artinya :
QUOTE
Sesungguhnya kamu dapati suri teladan yang sebaik-baiknya dalam pribadi Rasulullah :saw: bagi orang-orang yang mengharapkan bertemu dengan Allah dan Hari Kiamat dan yang banyak berzikir kepada Tuhan.


Ayat tersebut dikuatkan oleh riwayat Hadhrat Siti Aisyah :ra: . Orang-orang bertanya kepada Hadhrat Aisyah :ra: bagaimana akhlak Rasulullah :saw: beliau :ra: menjawab Innahu khuluqul Qur'an, Innahu khuluqul Azim
Akhlak beliau adalah Al-Qur'an, akhlak beliau sangat agung.

Demi Tuhan yang menguasai langit dan bumi Insya Allah Ta'ala pengikut semua agama akan masuk Islam, karena sudah dilihat dalam rukya (kasyaf) waktu Isra, Rasulullah :saw: menjadi Imam sembahyang dan para Nabi dari agama-agama lain menjadi makmum.

Agama Islamlah yang akan membereskan dunia nanti Insya Allah walaupun sekarang belum kelihatan. Agama-agama yang lain juga kelak masih ada tapi pengikutnya seperti bangsal (butir-butir gabah) dalam beras.

3.

Tentang Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad :allaih: sebagai Imam Mahdi

Walaupun dunia tidak mengakui, tapi biasanya Rasul-rasul Allah Ta'ala akan menang. Buktinya Jemaat Ahmadiyah yang beliau dirikan sudah ada di 183 Negara dengan anggota kurang lebih 200 juta orang di seluruh dunia dan terjemahan Al-Qur'an hampir 100 bahasa, dan sampai sekarang penerangan Ahmadiyah tidak ada yang dapat membantah.

Musuh-musuh harus dilawan oleh Nabi-nabi jaman dulu ialah raja-raja dengan tentaranya atau kepala-kepala suku dengan rakyatnya.

Tetapi, Hadhrat Imam Mahdi :allaih: melawan karakter jahat yang merusak dan menghancurkan dunia lahir batin yaitu Dajjal.

Pada jaman sekarang banyak yang "bukan pelajaran Islam" diatasnamakan Islam, Kita lihat saja film-film bernafaskan Islam di duni padahal bertentangan dengan Islam.

Tetapi kita tidak bisa apa-apa, karena Rasulullah saw sendiri telah besabda bahwa nanti Islam hanya tinggal namanya. Dalam Al-Qur'an Allah SWT sudah berfirman kepada orang-orang Islam,
QUOTE
Mengapa kamu berkata, padahal kamu sendiri tidak mengerjakan


Ibnu Majah sudah merawikan bahwa Rasulullah saw sendiri mengatakan kalau dajjal itu datang pada jamanku aku yang akan membunuhnya, tetapi datangnya di jaman Mahdi, maka dialah yang akan menumpasnya.

Hadhrat Imam Mahdi as mewakili Rasulullah saw untuk menghancurkan dajjal, insya Allah Jema'at Ahmadiyah akan memasukan mereka kepada Islam dengan pelajaran Al-Qur'an dan Hadist Nabi, bukan dengan hal-hal yang ajaib.

Tentang Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as kedatangan beliaupun sudah dikabar gaibkan dalam Hadist Nabi dan kitab-kitab lama. Boleh jadi orang-orang mengatakan tentang kedatangan Mahdi itu menurut pendirian mereka masing-masing. Seperti ada yang mengatakan keturunan Sayyidina Ali dari Muhammad Hanafiyah.

Pokoknya berbagai umat Islam punya anggapan masing-masing, terserah, tetapi Rasulullah saw sendiri sudah menerangkan datangnya, waktunya, orangnya, keturunannya.

Jadi biar dunia melawan, Rasul Allah akan menang. Insya Allah. Amin.

bersambung.......

:ws:

Dino - July 9, 2006 12:58 PM (GMT)
:salam:

Pendahuluan Tafsir Surah Bani Israil.
Hadhrat Mirza Basyiruddin Mahmud Ahmad :ra:
Khalifatul Masih Ke II.
---------------------------

Surah ini dinamai Bani Israil karena di dalamnya tercantum kejadian-kejadian yang dulu pernah dialami oleh kaum Bani Israil. Kepada kaum Muslim diperingatkan bahwa kejadian-kejadian yang sama seperti ini akan dialami oleh mereka, karena Yang Mulia Rasulullah :saw: dikatakan sebagai sebanding dengan Nabi Musa :allaih: sebab itu kaum Muslim memiliki persamaan seperti Bani Israil. Oleh karena persamaan ini maka mestilah kaum Muslim akan mengalami kejadian-kejadian yang hampir serupa dengan kejadian-kejadian yang telah dialami kaum Bani Israil. Hal inilah yang diisyaratkan dalam surah ini. Bagian yang pertama dari dua bagian sejarah Bani Israil, yaitu kejadian-kejadian dari Nabi Musa :allaih: samapi Nabi Isa :allaih: , disebutkan sebagai persamaan bahwa kaum Muslim juga akan mengalami serupa itu.

Nama yang kedua dari surah ini ialah Isra, karena surah ini dimulai dengan kejadian Isra, juga karena Isra adalah judulnya yang terpenting.

Surah ini menurut sementara pendapat semuanya diturunkan di Makkah, tetapi kata sebagian lagi, dari ayat kedua samapi ayat kedelapan, diturunjan di Medinah. Diriwayatkan oleh Ibnu ‘Abbas :ra: , Zubair :ra: dan Mardawiah r.h.m bahwa surah ini diturunkan di Makkah. Diriwayatkan oleh Ibn Mas’ud :ra: bahwa surah-surah Bani Israil, Kahfi, dan Maryam adalah surah-surah yang diturunkan pada zaman permulaan di Makkah, dan termasuk harta bendaku yang kuno. Artinya di antara surah-surah yang beliau hafalkan pada zaman permulaan dahulu, ketiga surah ini termasuk di dalamnya. Dari riwayat-riwayat itu dapatlah diketahui bahwa semua ayat surah ini atau sebagiannya turun pada permulaan, tetapi tidak jelas apa yang dimaksud dengan permulaan itu.

Menurut pendapatku surah ini bukanlah turun pada zaman permulaan sekali, bahkan mulai dari tahun keempat berlanjut sampai tahun ke 10 ke 11, dengan syarat ingatan Hadhrat Ibnu Mas’ud tidak keliru. Kalau sekiranya ada kekhilafan dalam ingatan beliau, maka banyak kecenderungan bahwa turunnya dari tahun ke 10 hingga tahun ke 12.

Hubungan Surah ini dengan Surah Sebelumnya.

Hubungannya adalah, bahwa dalam surah sebelumnya ada berita tentang kemajuan kaum Muslim. Mereka akan mendapat kerajaan-kerajaan yang besar, tetapi disamping itu mereka diberi ingat pula bahwa kaum Yahudi dulu tidak menghaegai nikmat-nikmat itu, mereka dalam zaman jayanya lupa kepada ibadah terhadap Tuhan. (Hal ini diisyaratkan dengan kata “sabat” dalam surah An-Nahl, ayat 125), sebab itu hai kaum Muslim, kamunanti jangan lupa, bahkan hendaknya dalam zaman kejayaanmu itu nanti, kamu harus lebih sungguh-sungguh beribadah.

Dalam surah ini ada pula isyarat bahwa kamu Muslim akan menguasai daerah-daerah yang dulu pernah diperintah oleh kaum Yahudi.

Hubungan permulaan surah ini dengan bagian akhir surah yang sebelumnya ialah, dalam akhir surah sebelumnya ada kabar gaib yang mengatakan bahwa tidak berapa lama lagi akan terjadi perlawanan antara kamu dengan ahli kitab. Mereka juga akan menyakiti kamu seperti orang-orang kafir menyakitimu. Tetapi kamu harus sabar saja dahulu, kecuali kalau keadaan sangat memaksa. Kamu akan mendapat kemenangan atas mereka seperti perjanjian kemenanganmu atas orang-orang kafir Makkah. Dalam surah Isra ada isyarat bahwa perlawanan itu nanti akan dimulai di Medinah, akibatnya ialah tempat-tempat suci mereka akan dikuasai dan diperintah oleh kaum Muslim.

Dalam surah ini dengan jelas sekali disebutkan dua kali kehancuran kaum Yahudi. Yakni mereka pernah dua kali secara terang-terangan mendurhaka terhadap allah Ta’ala. Dan kedua kalinya mereka menanggung siksaan yang amat luar biasa. Dalam kejadian ini ada isyarat bahwa kaum Muslimpun akan mengalami dua kali kehancuran seperti itu pula, hanya bedanya ialah oleh karena Yang Mulia Rasulullah :saw: adalah Khataman Nabiyyin, sebab itu Jemaat Yang Mulia tidaklah hancur seperti hancurnya Jemaat Yahudi, bahkan kemudian setelah percobaan itu Jemaat Yang Mulia akan cemerlang lebih dari yang sudah-sudah.

Beberapa hal yang dalam surah sebelumnya hanya diisyarahkan, dalam surah ini jelas benar. Umpamanya dalam surah sebelumnya tentang madu itu adalah obet bagi manusia, sebagai isyarat bahwa “sabda Tuhan” pun adalah obat. Dalam surah ini maksud itu diterangkan dengan jelas, firman Allah Ta’ala,
QUOTE
wa nunazziluminal qur’ani ma huwa syifaa’un wa rahamatu llil mu’minin
Artinya : Kami turunkan sedikit demi sedikit dar Al-Qur’an ini (pelajaran) yang jadi obat dan rahmat bagi orang-orang mukmin (Bani Israil ayat 83) 


Surah ini diturunkan sebelum surah An-Nahl, tetapi dari segi rangkaian susunan maksud Al-Qur’an, surah ini patut benar diletakkan kemudiannya, sebab itulah ketika penyusunan Al-Qur’an dengan perintah dari Allah Ta’ala, maka surah ini diletakan sesudah surah An-Nahl. Dulu pernah aku terangkan bahwa susunan turunnya surah-surah Al-Qur’an adalah berlainan dengan susunan yang ada sekarang ini, karena mengingat kepada kebutuhan orang-orang yang membaca Al-Qur’an nantinya memang susunan yang sekaranglah yang dibutuhkan. Hal ini adalah satu di antara mukjijat-mukjijat Al-Qur’an Karim. Setiap surahnya mengandung satu maksud yang tertentu, disamping itu antara satu surah dengan surah-surah yang lain mengandung pula hubungan rangkaian yang hebat sekali. Dikala turunnya Al-Qur’an, satu demi satu surahnya turun secara terpisah-pisah, dilihat dari segi kebutuhan, memang bagi pembacanya tidak menghadapi suati kesulitan, karena tujuan tiap surah memang sempurna, tetapi kemudian ketika Yamg Mulia Rasulullah :saw: dengan perintah Allah Ta’ala merangkaikan susunannya yang kedua, maka selain dari maksud-maksud yang terpisah yang terdapat dalam tiap-tiap surah, timbul pula suatu rangkaian maksud yang tidak ada putusnya, yang menambah keluasan dan keluhuran tujuan-tujuan Al-Qur’an Karim Fatabaa rakalla-hu ahsanul khaliqiin. Alangkah banyak berkat-berkat-Nya itu Tuhan yang paling indah (diantara) wujud yang menjadikan!

Makanya dimulai dengan menyebutkan kejadian Isra ialah untuk sesuatu penjelasan, bahwa Yang Mulia Rasulullah :saw: itu adalah sebagai pengganti dari Nabi Musa :allaih: sebab Yang Mulia akan menguasai daerah-daerah yang dulu pernah dijanjikan kepada Nabi Musa :allaih: dan pengikut-pengikut beliau. Juga sebagai penjelasan bahwa Yang Mulia pun terpaksa hijrah seperti Nabi Musa :allaih: dahulu, dam hijrah beliau ini menjadi sebab kemajuan kaum beliau. Selanjutnya disebutkan kejadian Nabi Musa :allaih: yaitu Allah Ta’ala mengutus beliau ke dunia, dan kaum beliau mendapat kemajuan karena beliau. Kemudian Allah Ta’ala memperingatkan mereka agar dalam masa kejayaan janganlah mereka lupa, tetapui sayang, mereka tidak menghiraukan nasihat itu, yang akhirnya kepada mereka diturunkan azab. Selanjutnya Allah Ta’ala berfirman, bahwa Al-Qur’an ini lebih berkesan dan lebih berpengaruh daripada Taurat, dengan perantaranya lebih hebat lagi perubahan akan terjadi, tetapi di dalamnya pun bahaya tadi masih dikhawatirkan, yaitu dimana kekayaan datang, disana mesti timbul kejahatan dan rupa-rupa dosa.

Memang tidak ada buruknya mencari harta kekayaan, tetapi dismaping itu janganlah Tuhan dilupakan, dan janganlah kebaikan ditinggalkan. Kemudian diterangkanlah usul-usul dari kebaikan itu. Selanjutnya Allah Ta’ala berfirman bahwa orang-orang yang mengingkari Al-Qur’an, bila kepada mereka dihadapkan usul-usul itu, maka mereka bukan hendak memperhatikan, malah sebaliknya menolak dan bersikap sombong. Mereka sedikitpun tidak ingat kepada akibat perbuatan mereka itu. Kalau diperingatkanpun, mereka tidak acuh jua. Tetapi semua yang membantah Al-Qur’an Karim biar dari dalam atau dari luar akan mendapat hukuman yang berat sekali. Di akhir zaman nanti yakni di zaman Masih Mau’ud, dunia bakal ditimpa suatu azab yang dahsyat sekali semata-mata karena mendustakan Al-Qur’an. Ketika itu nanti akan terjadi perang yang hebat antar Malaikat-malaikat Allah dengan Iblis. Dalam perang ini pengikut-pengikut Adam akan mendapat kemenangan.

Orang mau supaya engkau dibinasakan, tetapi Kami telah menetapkan bagi engkau suatu maksud yang besar sekali. Kami akan masyhurkan nama engkau ke seluruh jagat hingga hari kiamat, dan kecakapan engkau akan diperlihatkan kemuka dunia. Telah Kami jadikan Al-Qur’an ini berguna untuk selama-lamanya, dan khazanah rohani berangsur-angsur sedikit demi sedikit akan dikeluarkan dengan perantaranya di atas dunia ini, karena Allah Ta’ala tidaklah bakhil. Penghabisan sekali disebutkan tanda-tanda akhir zaman, dan diajarkanlah bahwa do’a adalah satu-satunya jalan agar terhindar dari kejahatan.

bersambung…

:ws:

Dino - July 29, 2006 01:52 AM (GMT)
Ayat 1.

:bism:

Aku baca dengan nama Allah, Maha Pemurah, Maha Penyayang.

Ayat 2.

Subhaanal ladzii asraa bi’abdihii lailam minal masjidil haraami ilal masjidil aqshal ladzii baaraknaa haulahuu li nuriyahuu min aayaatinaa innahuu huwas samii’ul bashiir.

Maha Suci zat dan sifat itu Tuhan yang telah memperjalankan hamba-Nya pada malam hari dari mesjid yang dihormati ini ke mesjid yang jauh itu yang disekelilingnya pun telah Kami berkati pula, supaya kami perlihatkan kepadanya sebahagian dari tanda-tanda Kami. Sesungguhnya Dialah Tuhan yang Maha Mendengar akan permohonan hamba-hamba-Nya dan Maha Melihat semua keadaan mereka.

Loghat :

Subhana artinya memandangnya suci dari segala macam aib, dan mensucikannya dari segala macam kekurangan (Aqrab).
Asra bihi artinya membawa dia pergi diwaktu malam (Aqrab).
Al ‘abdu “Ubudiyah” artinya menyatakan kerendahan diri, dan kata ‘ibadah’ lebih tepat lagi untuk menyatakan hal ini, karena ‘ibadah’ menunjukan kerendahan diri, lebih sangat lagi, dan ini hanya dapat dilakukan terhadap dzat yang kasih sayangnya tiada berhingga, yaitu Dzat Allah Ta’ala.

Ibadah itu ada dua rupa,

‘ibadatun bittaskhiri wa ‘ibadatun bil ikhtiari

Artinya :
  1. Ibadah tanpa iradah, yakni merendahkan diri dengan sendirinya terhadap Allah Ta’ala.
  2. ibadah dengan kemauan, ini khusus untuk manusia.
Kata ‘abd terpakai untuk 4 macam :
  1. ‘abdun bi huk-misysyar’i artinya budak belian menurut syariat, yang dapat diperjualbelikan.
  2. ‘abdun biliyadi’ karena dijadikan, ini wajar untuk Allah Ta’ala semata, karena hanya Dialah Khaliq.
  3. ‘abdun bil ‘ibadati wal khidmati’ yakni abid karena ‘ibadah dan karena khidmat.
  4. abid dunia artinya budak dunia (Mufradat Raghib).

    Masjidil Haram adalah Ka’bah. Aqsha artinya ab’ad, yaitu sangat jauh; masjid Aqhsa artinya masjid yang jauh.
PENJELASAN

Ayat ini adalah satu di antara ayat-ayat yang selalu hangat diperbincangkan, dan para mufassir mempunyai pendapat yang berlainan satu sama lain tentang tafsir ayat ini. Hampir seluruh pengarang dan mufassir zaman dulu serta para mufassir zaman sekarang mengatakan, bahwa dalam ayat ini tersebut kejadian Mi’raj, meskipun dalam detailnya ada perbedaan pendapat yang sangat berlainan.

Masalah ini, oleh karena adanya riwayat-riwayat yang bersimpangsiur telah sedemikian rumitnya sehingga untuk menguraikannya terpaksa aku membagi-baginya dalam beberapa bagian.
Pertama sekali hendak aku bahas, bahwa selain ayat tadi ada pula sebuah tempat lagi dalam Al-Qur’an Karin yang menerangkan Mi’raj, yaitu surah An-Najm, dari ayat ke-5 sampai ayat ke-19.



-----------
bersambung....




* Hosted for free by InvisionFree